Membuat Fungsi di PHP

   

Jika anda sering membuat aplikasi , beberapa tugas yang sama ternyata sering dipakai di sejumlah aplikasi. Tugas-tugas itu akan lebih baik ditulis sebagai fungsi. Dengan demikian anda tidak perlu menulis kode yang sama berkali-kali. Kalaupun ada perbedaan, itu dapat dinyatakan dalam bentuk argument fungsi. Fungsi yang anda buat dapat dibayangkan seperti mesin kecil yang melakukan sesuatu untuk anda. Setelah dibuat anda dapat memanggil fungsi itu sesuai kebutuhan. Kita dapat melihat kembali struktur kode pertama kita yang hanya berisi perintah "echo" sebagai berikut :


<?php
    Echo "untuk menampilkan apapun di layar";
?>

 


<?php
    Function Fungsi Anda ()
{
    Kode yang akan dieksekusi;
}
?>

          Jadi anda memulai sebuah fungsi dengan kata function dengan NamaPilihanAnda() dapat bernama apa saja (tanpa spasi). Perhatikan bahwa nama fungsi bisa dimulai dengan huruf atau underscore dan tidak boleh angka. Ketika memberi nama fungsi, pastikan nama fungsi tersebut mencerminkan apa yang dilakukan oleh fungsi yang bersangkutan.

Mari kita lihat contoh fungsi yang tidak memerlukan argument :

<?php
    Function FungsiAnda()
{
    Echo "Halo dunia, ini fungsi pertamaku";
}
    FungsiAnda();
?>

Penjelasan baris-baris (row) script fungsi PHP diatas adalah sebagai berikut :

- Row 1, untuk memulai script php,

- Row 2, adalah membuat fungsi FungsiAnda(),

- Row 3, kurung kurawal pembuka mengindikasikan kode awal fungsi,

- Row 4, defenisi FungsiAnda adalah untuk meng-outputkan pesan teks,

- Row 5, akhir defenisi fungsi anda,

- Row 6, untuk memanggil fungsi, sebutkan nama fungsi,

- Row 7, tutup php

Argumen Fungsi

Istilah parameter sering juga disebut argument, jika argument lebih dari satu, antara argument dipisahkan koma Sebagai contoh, kita akan membuat form pinjaman dengan bunga 2% perbulan. Kita akan membuat fungsi PHP yang disebut pembayaran bunga. Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat sebuah halaman form tempat jumlah pinjaman dan angka tersebut dikirimkan ke form lain sebagai sebuah variable yang kita beri nama $jumlahpinjaman dalam folder fungsi/index.php

Fungsi/index.php


<html>
<head>
<title>Pinjaman</title> 
<body>
 
Form Pinjaman
<form method="post" action="angsuran_bulanan.php"> Jumlah pinjaman Rp : <input type="text" size="10" maxlength="40" name="jumlahpinjaman"> <input type="submit" value="Kirim Data"> </form> </body> </head> </html>

Setelah itu, fungsi kita akan mengambil jumlah pinjaman dalam $ jumlahpinjaman tersebut, kemudian menghitung 2 persen dari nilai di dalamnya yang harus dibayar setiap bulan. Hal ini akan kita kerjakan dalam file php yang akan kita beri nama angsuran_bulanan.php, yang diacu oleh halaman form tempat kita mengisi jumlah pinjaman.

Berikut adalah kode fungsi php tersebut.

Fungsi/index.php


<?php
 $jumlahpinjaman = $_POST['jumlahpinjaman'];
 $bunga = .02;
    Function AngsuranAnda($jumlahpinjaman, $bunga)
{
    $angsuran_bulanan = ($jumlahpinjaman * $bunga) ;
    Echo "Angsuran anda setiap bulan Rp. $angsuran_bulanan tiap bulan! ";
}
    AngsuranAnda($jumlahpinjaman, $bunga);
?>