Cara Memupuk

   

Ada tiga hal yang harus dipahami jika akan memupuk, yaitu tanah, tanaman dan pupuk. Ketiga hal tersebut tidak boleh dipisahkan satu sama lain jika ingin sukses memupuk. Ketiganya saling berkaitan dan menunjang untuk menghasilkan tanaman yang benar-benar subur dan produktif.  

Walaupun paham tentang tanah dan tumbuhan, tetapi buta dalam hal pupuk maka hasilnya pun akan timpang. Bagaimana mungkin bisa memilih pupuk yang tepat sesuai kebutuhan tanaman jika unsur yang dikandung pupuk itu tidak kita ketahui dengan akurat. Jika hal ini terjadi, maka membeli pupuk secara asal-asalan bisa saja terjadi, oleh karena itu kita harus mengetahui

Cara Memupuk.

1. Tanah

Cara memupuk yang pertama yaitu tanah, bagi kita yang berkecimpung dalam dunia pertanian, tanah merupakan tempat bercocok tanam yang tersusun atas batuan, mineral dan bahan organik yang membusuk atau melapuk pada lapisan atas karena proses waktu. Jadi jika tanah pertanian terbentuk seperti pada defenisi tersebut, maka urusan bercocok tanam umumnya tidak banyak menemui kesulitan.

Tanah yang dikehendaki tanaman adalah yang berstruktur gembur, didalamnya terdapat pori-pori yang dapat diisi oleh air, tanah dan udara. Air, tanah dan udara sangat penting bagi pertumbuhan akar tanaman.  

Struktur tanah memang bermacam-macam. Akan tetapi tanah yang dikehendaki oleh tanaman adalah tanah yang remah. Keuntungan struktur tanah yang remah adalah udara dan air tanah berjalan lancar serta temperaturnya stabil. Keadaan tersebut sangat memacu pertumbuhan jasad renik tanah yang memegang peranan penting dalam proses pelapukan bahan organik di dalam tanah. Oleh karena itu tanah pertanian dianjurkan diberi pupuk organik untuk memperbaiki struktur tanah. Pupuk organik tersebut di dapat dari pupuk kandang, kompos atau pupuk hijau.

Salah satu contoh tanah yang berstruktur jelek adalah tanah liat. Tanah ini tersusun atas partikel-partikel yang cukup kecil. Ukuranya sangat kecil jika dibandingkan dengan tanah pasir. Partikel tanah liat kurang lebih sama dengan seperseratus kali partikel tanah pasir. Kehalusannya memuat tanah liat cenderung menggumpal terutama pada musim hujan dan sangat rakus menghisap air. Selain itu tanah liat mempunyai sifat menahan air sehingga keadaannya menjadi lembab dan udara berputar cukup lambat. Dalam kondisi kering, tanah liat akan menggumpal seperti batu dan sifatnya pun kedap terhadap udara. Itu sebabnya seringkali dijumpai tanah liat banyak dimanfaatkan sebagai pembuat keramik dan batu bata. Jika tanaman ditanaman pada tanaman tersebut, pertumbuhannya tidak akan optimal, karena akarnya tidak mampu menembus lapisan tanah padat.  

Struktur tanah pun ada yang bersifat porous, misalnya tanah pasir. Pada tanah tersebut tanaman juga tidak akan tumbuh subur. Alasannya sifat porous tanah tersebut sangat mudah merembeskan air yang mengangkut zat-zat makanan hingga jauh ke dalam tanah. Akibatnya zat-zat makanan yang dibutuhkan tanaman tersebut tidak bisa terjangkau oleh akar  

2. Tanaman

Cara memupuk yang kedua yaitu tanaman, menurut hasil penelitian di laboratorium, tanaman hanya terdiri atas dua komponen utama, yaitu bahan padat atau kering dan air. Namun jika diperiksa kandungannya secara seksama maka akan terungkap paling sedikit 58 jenis zat yang membentuk tanaman.  

Sekarang yang menjadi titik perhatian kita adalah zat-zat yang membentuk tanaman tersebut. Jika diperiksa lebih detail, dari ke-58 jenis zat atau unsur akan tampak bahwa mayoritas dari ke-58 unsur tersebut adalah unsur-unsur yang diserap oleh tanaman, yaitu unsur makro dan mikro.

Kini, makin jelas tergambar bahwa jaringan yang membentuk tanaman tidak lain adalah unsur-unsur yang diserap tanaman dari dalam tanah. Tergambar pula bahwa jumlah unsur pada setiap tanaman tidak sama, yang terbanyak adalah unsur makro kemudian menyusul unsur mikro. Hal itu erat hubungannya dengan daya serap tanaman terhadap unsur-unsur tersebut. Ada tanaman yang rakus menyerap unsur-unsur tersebut, namun ada pula tanaman yang “nafsu makannya” biasa-biasa saja.  

3. Pupuk

Cara memupuk yang ketiga yatiu pupuk, pupuk sudah membudaya di kalangan petani. Petani dan pupuk seakan sudah menyatu sehingga tidak perlu heran jika banyak petani yang merasa enggan menanam sesuatu tanpa memberi pupuk. Bagi mereka, pupuk sudah merupakan barang jaminan untuk bisa menghasilkan tanaman yang tumbuh subur dengan hasil berlimpah, meskipun hasilnya tidak selamanya seperti itu. Bahkan kegagalanlah yang kerap kali terdengar belakangan ini.  

Gagal menyuburkan tanaman dengan pupuk memang bukan berita baru lagi. Sering kali terdengar petani mengeluh karena tanamannya tetap tumbuh kurus meskipun sudah dijejali berbagai jenis pupuk. Adakalanya tidak sekedar tampak seperti dilanda penyakit. Tanaman menguning, daun mengering seperti gosong, dan tanahpun ikut mendapat celaka.  

Salah satu sebab kegagalan dalam menyuburkan tanah dengan menggunakan pupuk adalah akibat salah pupuk. Sebagian orang berpendapat “pupuk itu semacam racun”. Pendapat itu memang benar. Pupuk khususnya pupuk buatan, tidak lain adalah bahan-bahan kimia yang diramu sedemikian rupa sehingga meniru zat yang dikandung oleh tanah. Oleh sebab itu, cara pemakaian, dosis dan khasiatnya bagi tanaman harus diketahui dahulu secara benar sebelum dipakai untuk memupuk.  

Urea sepanjang yang diketahui petani hanya bermanfaat untuk memberikan pertumbuhan alias memacu pertumbuhan batang, dahan dan hijau daun. Itu memang benar. Namun, tidak hanya cukup itu saja, harus diketahui juga sifatnya, waktu pemberian yang tepat dan resiko yang ditimbulkan jika pemberiannya terlalu banyak.

Tidak jarang kita melihat petani masih memberikan urea ke padi pada usia pembentukan buah. Perlakuan tersebut menyebabkan padi menjadi tidak berbuah dan tumbuh semakin bongsor. Jika tanaman yang tumbuh subur nantinya berbuah, tanamannya tidak kuat menopag buahnya. Angin yang bertiup lambat atau hujan yang tidak terlalu deras sudah cukup membuat tanaman menjadi rebah.  

Jika tahu tentang pemakaian urea yang benar, petani tidak akan memberikan pupuk saat tanaman padi mendekati usia berbuah. Alasannya, peranan urea adalah menyuburkan tanaman. Jika petani akan memberikan pupuk semacam itu lagi untuk tanaman buah, sebaiknya dilakukan selesai panen agar tanaman tumbuh subur kembali. Jika hal pupuk dan memupuk sudah dikuasai betul oleh petani maka uang yang dimanfaatkan untuk membeli pupuk tidak akan terbuang percuma. Inilah trik memupuk yang paling penting dan yang lain akan mudah dipahami.